Sabtu, 02 Mei 2009

Tanggung jawab anak terhadap orang tua

Assalamu’alaikum
Para generasi muda dan saudara seiman yang ada dinegeri ini, sebagai generasi yang beragama tentunya kita mengerti tentang arti orang tua kita sebagai orang yang telah ada didalam hidup kita dan yang telah membuat kita ada dan hidup didunia ini, yang telah mengandung kita selama lebih dari 9 bulan, melahirkan kita, merawat setiap anaknya, memberi makan dengan sangat telaten hingga merawat dengan kondisi apa pun itu dan pantang menyerah walaupun akan terjadi demi ntuk menjaga kelangsungan dan kebahagiaan huidup anak-anaknya.
Tentunya kita pernah mendengar kata ini “ Ridonya Allah adalah rido orang tua “ atau jika tidak kita pernah mendengar kata ini “ Syurga itu berada pada telapak kaki ibu kita “ dan masih banyak lagi kata yang pernah kita ketahui tentang arti orang tua kita, itu adalah salah satu gambaran tentang orang tua kita sebagai balasan atas keikhlasan orang tua kita dalamenjaga setiap anaknya, sehingga dalam kata laen orang tua kita adalah tolak ukur awal akan kesuksesan kita dan sebagai tolak ukur keimanan kita terhadap Allah SWT.
Begitu banyak dosa yang tlah kita lakukan terhadap wakil Allah didunia ini yaitu orang tua kita, berapa banyak oaring yang telah terkena pedihnya adzab karena mendurhakai kedua orang tua mereka, kedu ibu bapak mereka yang telah merawat dia sejak ia masih dalam kandungan hingga dewasa, tetapi apa yang telah mereka lakukan setelah ia dewasa, ia malah mendurhakai kedua oarng tuanya, durhaka pada ibunya yang telah melahirkan dia sehingga dengan izin Allah datanglahh adzab yang sangat pedih kepada ia, padahal Allah SWT telah berfirman dalam surah Luqman yang artinya “Dan kami printahkan kepada manusia (berbuat baik) kepad dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemhyang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku lah kembalimu”. Kecerobohan umat manusia itu lah yang menyebabkan mereka mendapatkan adzab dari Allah SWT. Sekarang timbul pertanyaan dalam diri kita “Sebagi anak yang telah dilahirkan orang tua kita, apa yang harus kita lakukan dan yang bisa kita lakukan untuk membalas jasa orang tua kita dan bentuk bakti kita terhadap orang tua kita….? “
Sesungguhnya setip anak mempunyai banyak tanggung jawab anak terhadap orang tua mereka dalam bakti terhadap orang tua mereka, disini saya akan coba bahas apa itu tanggung jawab anak terhadap orang tua mereka.
Menghayati tugas orang tua
Pernahkah kita berfikir tentang fungsi orang tua kita..? Dapatkah anda menjelaskan fungsi orang tua kita sejalan dengan ketentuan allah..? tentunya anda menjawab tidak dan bagaimana kah selama ini anda memandang fungsi orang tua anda terhadap diri anda..? tentu sangat besarlah kekeliruan yang kita lakukan apabila terbukti kita tidak mampu menghayati fungsi orang tua kita karena dengan ketidak tahuan itulah untuk selanjutnya kita tidak dapat menghayati tugas terhadap orang tua dan apa yang menjadi tanggung jawab kita terhadap orang tua, oleh karena itu wajarlah jika Al-qur’an memaparkan tangggung jawab anakk terhadap orang tua ini, meski terlihat spele akan tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan.
Membangkitkan kesadaran akan fungsi orang tua membuat kita sadar akan tugas menghayati perintah orang tua kita, sebagai bentuk keikhlasan kita dalam menjalankan apa yang telah menjadi perintah dari orang tua kita, terkadang mengayati tugas orang tua kita sering dianggap spele dan ringan oleh orang-orang yang sering membantah orang tuanya sehingga apa yang diharapkan orang tua kita tentang hasil kerja kita tidak pernah terpandang indah dan sejuk. Menghayati tugas orang tua adalah berusaha dengan ikhlas dakam keadaan apa pun menjalankan tugas yang dibebankan orang tua kita kepada kita, dari hal ini akan terlihat betapa susah dan berat menghayati tugas oaring tua kuncinya adalah Sabar, ikhlas, selalu memandang positif, selaluu berusa melakukan yang terbaik kepada kedua orang tua kita dan selalu tersenyum. Insya Allah kita akan sanggup menghayati tugas orang tua kita
Hormat dalam ucapan dan perbuatan
Tanpa terasa para generasi terus tumbuh dewasa dan mulai mengerti akan arti tatakrama dan sopan santun terhadap semua orabg khususnya kedua ibu bapaknya, hal yang wajib bagi seorang anak untuk menghormati kedua orang tuanya baik dalam lisan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sebagai oaring yang telah melahirkan kita dan melihat apa yang telah dilakukan orang tua kita terhadap kita sudah sangat pantas kita harus menghormati mereka, banyak orang yang tak pernah mengacuhkan peringatan Allah dan tak pernah menghormati kedua orang tuanya dan menganggap mereka tidak ada, orang seoerti itu tidak pernah sadar siapa yang tlah membuat di ada dan apa fung si orang tua dia sebagai orang yang lebih tua hidup dari dia, sehingga kerena ulahnya itu allah member ganjaran dengan panasnya api neraka.
Bagaimankah sikap hormat kita terhadap kedua orang tua kita…? Berbicara santun,bertutur yang lembut, merendahkan diri terhadap orang tua, tidak membangkang terhadap perintah orang tua, selalu patuh terhadap orang tua, dan melakukan segala yang telah diperintahkan Allah kepada kita terhadap orang tua kita, insya allah kita dapat menghormati kedua orang tua kita.
Memohonkan ampunan atas dosa-dosa orang tua
‘’(Ibrahim) berkata; ‘semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada tuhanku, sesungguhnya dia sangat baik kepadaku”
Saudaraku seiman dan seakidah, itulah sebuah firman Allah SWT mengenai kelembutan-Nya kepada setiap umatnya, terkadang diantara anak dan orang tua mereka memiliki perbedaan yang sangat jauh dan bahkan perbedaan itu adalah dari segi agama sekalipun, terkadang mereka menemui orang tua mereka yang masih hidup berada pada kemusyrikan dan kekafiran dan bahkan banyak yang telah meninggal tidak dalam berada agama Allah, lalu bagi oarng tua apakah yang bisa mereka lakukan selain anak yang amar ma’ruf nahi munkar, apakah yang harus diperrtanggung jawabkan..? bagaimanakah sikap seorang anak yang berada pada kondisi orang tua yang seperti ini,,,?
Hal yang paling pokok mengenai hal ini adalah kisah nabi Ibrahim As, sejak ia kecil hingga ia dewasa telah dituntut oleh ayahnya untuk melekukan kesyirikan mendustai Allah SWT Ibram berkata “bencikah kamu kepada tuhanku ini, hai Ibrahim..? Jika kamuu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan ku rajam, dan tinggalkan aku untuk waktu yang lama” dengan gerangnya ayah Ibrahim mengatakan itu, tetapi apa yang dilakukan Ibrahim kepada ayahnya itu…? Seketika ia berdo’a dan memooohon ampunan kepada Allah,memohonkan ampunan kepada kedua orang tuanya. Inilah sikap yang harus dilakukkan oleh setiap anak terhadap orang tua merreka, walaupun apa yang telah dilakukan mereka dan bagaimana merreka sudah selayaknya bagi seorang anak adalah memohonkan ampunan atas segala dosa orang tua mereka.
Tidak mengeraskan suara didepan orang tua
Saudaraku, terkadang setan telah merasuk dalam jiwa kita dan mempengaruhi setiap pikiran kita dan bahkan tanpa disengaja maupun tidak kita telah menyakiti kedua orang tua kita, bahkan tidak segan-segan kita pernah membentak orang tua kita yang telah melahirkan kita dan kita telah membut dosa yang sangatt besar kepada orang tua kita. Padahal Allah SWT telahh berfirman dalam Al-qur’an yang artinya “…… ‘maka janganlah kamu mengucapkan “cis” kepada mereka dan jangan pula membentaknya, tapi berkata-katalah kepada mereka dengan kata-kata yang lemah lembut dan merendah,”
Dari arti potongan surah ini sangat jelas terlihat bagaiman seharusnya sikap seorang anak terhadap kedua orang tuanya, jangankan membentak mengatakan kata “cis” itu pun tela mendapat dosa apalagi bagi kita yang pernah membentak kedua orang tua kita..? sungguh tak terhitung dan sangat besar dosa yang telah kita lakukan, segeralah bertaubat dan meminta maaf kepada orang tua yang telah kita zalimi karena sesungguhnya sikap seorang anak yang seharusnya kepada orang tua merka adalah berkata yang sopan,taat dan patuh kepada orang tua dan menghormati mereka.
Sesungguhnya masih terlalu banyak tugas dan tanggung jawab anak terhadap orang tua mereka yang herus dilakukan oleh setiap anak diantaranya adalah mengutamakan kepentingan orang daripada masyarakat, mendahulukan kepentingan ibu daripada idup kita.
Memohonkan kasih sayang Allah bagi orang tua.
Firman Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur’an:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua mereka denggan rasa kasih dan sayanng dan berdo’a-lah kepada allah: “wahai tuhan-ku, kasih sayangilah mereka berdua sebagaiman mereka telah semasa kecil (denan penuh rasa kasih sayang).” Qs. Al-isra(17) ayat 24
Pada saat anak masih dalam keadaan bayi hingga menjelang akil baligh, orang tua senantiasa mengasuh dan merawat dengan penuh rasa kasih sayang dan denggan kecintaan sepenuh hati, hal ini dibuktikan dengan telatennya mereka mengasuh dan merawat kita tanpa mengenal lelah dan dengan seggenap kerja keras mereka melindungi seorang bayi agar mereka selamat dan dapat bertahan hidup, seorang anak harus menyadari bagaimana berat perjuangan orang tua mereka dalam menjaga kelangsungan hidupnya.
Pada ayat tersebut diatas setiap anak diperintahkan untuk selalu merendahkan diri dan selalu mendoakan kedua orang tua mereka dan mengharapkan kasih sayang Allah kepada kedua orang tua mereka. Inilah salah satu balas budi seorang anak terhadap orang tua mereka yang telah melahirkan mereka dan menjaga mereka dengan peuh rasa kasih sayang, hanya doa inilah yang bisa dilakukan oleh setiap anak, memohonkan ampun atas segala dosa kedua orang tua kita dan memohonkan kasih sayang allah kepada orang tua kita, tidal hanya dalam satu waktu akan tetapi sepanjang hari.
Tidak mendendam terhadap orang tua
Adakah orang tua kita mendidik kita dengan cara yang kasar..? jikalau ada itu karena kita selalu berbuat kesalahan dan karena ulah bandel kita terhadap perintah orang tua kita. Terkadang kita merasa kecewa dan sakit hati karena keinginan kita tidak dituruti orang tua kita, timbul perasaan yang sangat menyakitkan dalam hati kita hingga timbul suatu dendam yang sangat tidak baik dan harus segera dihilangkan.
Mengingat kisah nabi Ibrahim yang dengan penuh cacian dan paksaan yang tak terkira dari sang ayah yyang sungguh sangat menyakitkan hati, akan tetapi apa yang beliu tampakkan dan rasakan, sangat jauh berbeda beliau membalasnya dengan senyuman yang manis tanpa ada rasa dendam sedikit pun.
Mendendam dalam ajaran islam sangat dilarang, mendedam sesame orang lain yang tak ada hubangan dengan kita sudah sangat dilarang oleh Allah SWT apalagi mendendam kepada kedua orang tua kita tentu sangat besar dosa yang akan ditimpakan kepada kita, karena sesunguhnya dendam kepada kedua orang tua kita semakin mendekatkan kita pada “Durhaka” dan sudah termasuk pada “Durhaka” terhadap orang tua.
Oleh karena itu sebagai seorang anak hendaklah selalu berusaha ikhlas dan selalu mempertimbangkan segala sesuatu yang kita anggap buruk, karena sesunguhnya tidak seelamanya apa yang kita pikirkan itu benar.
Itulah beberapa tanggung jawab kita terhadap orang tua kita, semoga kita menjadi anak yang disayang orang tua dan allah dan mampu membaha giakan kedua orang tua kita, jadilah orang yang selau introspeksi diri dan janhgan pernah mengulang kesalahan yang sama karena sesungguhnya orang yang mengulang kesalahan yang sama adalah orang yang tak pernah ingin dan berani mencoba hal baru yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar