Sabtu, 02 Mei 2009

Pencemaran lingkungan akibat pertambangan amatir tanpa perbaikan lingkungan

Tau nggak sich, tanpa disadari banyak pihak terutama pihak masyarakat dan para warga lingkungan kita telah mulai hancur secara perlahan-lahan dan dalam jumlah yang sangat besar, terutama daerah hulu dan daerah hutan yang ada diperkampungan yang seharusnya dijadikan sebagai daerah resapan dan daerah hijau sebagai paru-paru negeri ini.
Pertambangan dari segi mana aja bagus tetapi harus dipertimbangkan dong bukan hanya mengambil keuntungan saja dari hasil bumi ini akan tetapi ingat akan kelangsungan kehidupan umat manusia dan kelangsungan hidup satwa yang ada disekitar kita, sudah terlalu banyak kolam raksasa hasil dari dampak pertambangan yang kurang baik bahkan tak segan-segan ratusan ribu hectare tanah bekas galian takterurus begitu saja, tandus, gersang bagaikan padang pasir yang identik dengan gurun yang hampa akan dunia hijau. Indonesia kan makmur, subur bahkan ibaratnya tongkat kita tancapkan dalam tanah pun akan tumbuh subur, negeri yang seindah ini masa akan kita biarkan merana begitu saja….?
Menurut pengalaman saya terlalu banyak perusakan lingkungan tidak hanya hutan yang semakin hancur akan tetapi ini pun tambah diperparah dengan rusaknya lingkunagan akibat pertambangan tanpa adanya reboisasi dan juga penghijauan lahan EX pertambangan tersebut, Seperrti yang terjadi di daerah kota bangun, Tenggarong seberang, Kutai barat dan masih banyak yang lainnya. Sebagai anak bangsa yang sadar akan lingkunga n dan para pencinta alam sudah selayaknaya untuk memprotes keras pelanggaran ini, sampai kapan hal ini akan terus berlanjut…..? Sampai kapan para pemilik saham pertambangan besar ini sadar dan paham akan pentingnya menjaga lingkungan, data pengamat antariksa internasional mengatakan bahwa kebocoran ozon dunia ini telah mencapai titik yang sangat mengerikan yang mencapai sebesar benua eropa, kerusakan hutan telah melampaui batas, penebangan liar dan pembukaan lahan secara besar-besaran telah mendukung hancurnya ozon dan global warming, apakah benar sebagai generasi Negara Indonesia kita juga akan turut berpartisipasi dalam penghancuran secara massal itu………????

Yang menjadi pertanyaan besar bagi generasi tua dan remaja saat ini adalah apakah iya kita akan mewariskan bencana bagi anak cucu kita…..? Apakah kita akan turut berpartisipasi merusak alam yang kita tempati saat ini…..? Banjir telah terjadi dimana-mana, melanda disetiap kota dan desa hampir diseluruh Negara ini dan para manusia hanya bisa bertanya dan menangis menghadapi bencana yang mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri, dampak dari perusakan alam dan Exploitasi hasil bumi tanpa mau mempertimbangkan dampak setelah itu seperti apa yang telah difirmankan allah dalam sebuah surah yang artinya “ Telah tampak kerusakan dimuka bumi ini karena ulah manusia itu sendiri sehingga akan diperoleh hasil atas apa yang telah mereka lakukan itu “.
Pihak-pihak yang tidak bertangggung jawab telah merusak alam ini. Sekarang yang perlu kita pertanyakan adalah siapa pihak yang termasuk dalam pihak yang tak bertangggung jawab itu….? Penebangan liar tanpa adanya reboisasi adalah pihak paling utama disusul oleh penambangan bahan galian yang turut tidak bertanggung jawab, Sebagai warga Negara yang baik dan peduli pada lingkungan sekitar harusnya pihak penambang yang telah mengeruk keuntungan yang begitu besar sadar akan pentingnya menjaga alam dan kelestarian habitat sekitarnya, janganlah acuh terhadap kelangsungan ala mini, janganlah mewariskan budaya yang sangat buruk bagi anak cucu bangsa ini, janganlah mewariskan noda buruk penyebab bencana bagi anak cucu kita yang terlalu polos buat menerima semuanya begitu saja. Mengapa penambangan identik dengan pengrusakan, mengapa penambangan identik dengan exploitasi tanpa batas…..? Adakah hal baik dari pertambangan selain memperkaya pihak yang telah kaya….?
Yang sangat patut disalahkan dari sebuah perusahaan pertambangann adalah pihak pengelola dan pemilik yang sangat kikir tehadap keuntungan yang mereka peroleh, mereka hannya beranggapan bahwa semua itu adalah hasil jerih payah mereka, padahal mereka takk pernah sadar akan apa yang telah mereka perbuat dan siapa yanhg telah membuat mereka kaya. Alam yang telah membuat meraka bisa bertahan hidup, alam yang telah membuat mereka bisa menghirup nafas dunia ini, akan tetapi mengapa mereka pula yang merusak alam ini….? Sebegitu susah kah dengan keuntungan mereka yang sangat tak terbayangkan mereka berusaha memperbaiki alam ini….? Mereka lebih senang membuat kolam neraka raksasa daripada menanami pepohonan diareal bekas pertambanga itu, Puluhan hectare lahan bekas pertambangan yang ada dikota bangun dan sekitarnaya terdampar menjadi kolam yang sangat tak berguna, ini belum tetmasuk yang ada diTenggarong seberang, kutai barat, senoni dan masih banyak yang lainnya


Kepada siapa saja yang mau membaca tulisan saya ini, mari bergabung dalam komunitas para pecinta alam yang selalu peduli pada kelangsungan masa depan kehidupan ini dan kepada para pihak yang merasa terdafar sebagai perusak alam segeralah pikirkan apa yang telah anda lakukan selama ini terhadap alam ini.
Sesungguhnya pada awal pertambangan ini para pemerintah telah menerapkan rancangan dalam rangka perbaikan lingkungan sebagai penyeimbang kerusakan yang telah terjadi akibat aktivitas pertambangan ini yang mulai dilaksanakan pada awal terjadinya pertambangan yang ada diindonesia ini, pada awalnya program ini berjalan dengan baik para penambang bahan galian Indonesia telah bertanggung jawab dan melakukan reboisasi atas apa yang telah mereka rusak dan mereka hasilkan akibat aktivitas pertambangan ini, akan tetapi hal ini sekedar berjalan dalam waktu yang relatif singkat dan bahkan malah kondisi ini berbalik berbeda dengan apa yang diharapkan para pecinta alam, para pengelola tambang di negeri ini satu persatu mulai lalai dari tugasnya menjaga alam ini dan satu persatu telah meninggalkan apa yang telah menjadi tugas mereka sebagai khalayak yang telah memanfaatkan hasil alam ini, satu persatu mereka tak mau lagi melakukan perbaikan setelah melakukan pertambangan ini dan bahkan banyak perusahaan-perusahaan besar tak mau dan hanya acuh terhadap kelestarian ala mini, mereka hanya mengatakan bahwa semua tidak ada perjanjiannya dan apa yang diminta masyarakat berbeda dengan apa yang ada pada otak para pecinta alam, pihak perusahaan merasuk dalam dunia orang-orang kuno yang ada dalam desa-desa terpencil dan dalam lingkungan yang jauh dari mengerti tentang apa arti pelestarian alam ini dan hhanya mengerti akan artinya uang sesaat sebagai hasil dari barter alam dengan perusahaan tersebut tanpa tau arti pelestarian alam sebagai amdal masa depan para anak cucu mereka sehingga pihak perusahaan dengan seenaknya mengeksploitasi dan merusaknya.
Salah perusahaan adalah menerapkan pola pikir yang buruk pada generasi muda dan juga pada masyarakt, seharusnya sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas lestarinya alam ini dan juga sadar atas bencana yang terjadi pada saai ini dan yang akan mereka akibatkan beberapa kemudian sebagai hasil atas rusaknya alam ini harusnya mereka sadar dan menjalankan apa yang telah menjadi tanggung jawab mereka dan tidak egois atas keuntungan yang akan mereka peroleh, prinsip perusahaann adalah bagaimana caranya menerapkan modal yang seminimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan apa yang akan diakibatkan dengan hal seperti itu, akibatnya adala terbentuknya kolam-kolam raksasa yang penuh dengan racun akibat pertambangan tersebut dan sangat mengancam umat manusia yang ada disekitarnya dan tak pernah ada gunanya bagi mayarakat sekitarnya, seharusnya para pihak perusahaan sadar atas apa yang telah mereka lakukan ini dan tidak selalu mementingkan kepentingannya sendiri untuk mengeruk hasil alam ini, lihat apa yang telah anda lakukan atas EGO tersebut…..! Puluhan dan bahkan ratusan kolam raksasa tak berguna telah tersebar diindonesia dan semakin lama kondisinya telah memburuk dan bahkan telah memakan banyak korban yang tak tau ats semua itu.
Sekarang timbul pertanyaan dalam benak diri kita, Kapan semua ini akan berakhir….? Kapan pihak perusahaan pertambangann sadar akan arti pentingnya lingkunan sebagai paru-paru hidup manusia…..? Kapan pihak pemerintah akan menindak tegas para perusahaan nakal tersebut….? Kapan Negara ini akan menjadi Negara yang bebas dari tindakan orang-orang yang tak berrtanggung jawab tersebut…..? Semuanya memerlukan perubahan menjadi lebih baik menuju Negara yang hijau dan bebas dari bencana alam akibat ulah manusia, sebagai orang yang sadar akan lingkungan dan peduli terhadap hidup dimasa depan karena .

` Kepada para pecinta alam bergabunglah bersama dalam rangka sharring terhadap masalah ini, ungkapkan pendapat anda semua demi tercipta Negara Indonesia yang bebas dari perusak paru-paru dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar